Posted by : indra rusyandi December 20, 2013

Kalau dulu aku katakan kau yang terbaik.
Jujur untuk saat ini itu masih jadi pertimbangan.
Apakah pantas, ? Disaat semuanya berubah..
Aku melihat rasa sakit ini.
Aku mendengar jeritan hati yg terluka ini.
Andai waktu bisa ku putar.
Andai hal seperti ini tak pernah ada.
Mungkin aku tak akan sesakit ini.
Kau pernah janji untuk tak menyakiti.
Kau pernah janji untuk selalu setia.
Karena itu aku menganggap kau adalah yang terbaik hingga saat ini.
Maaf sampai kapanpun, bekas luka ini takkan hilang.
Hal yang paling tak pernah terlintas dikepalaku.
Hal yang kuanggap tak mungkin terjadi,
Aku tahu, tanpa kau harus bilang aku tau kau lebih mencintaiku.
Tapi apakah menyakitiku masih bisa disebut cinta?
Apakah pilihanku tepat untuk saat ini?
Luka masalalu mu sudah sangat membuatku lelah.
Sudah hampir membuatku menyerah.
Dan setelah luka itu benar2 sembuh, kau datangkan lagi hal yang jauh lebih menyakitiku.
Semua hal kulakukan untuk membuatmu setia disisiku.
Semua hal bahkan kukorbankan untuk kebahagiaan kita.
Sekarang aku tanya padamu, pantaskah sebutan 'yang terbaik' masih untukmu?
Disaat aku merasa sakitt yang teramat dalam karena pengkhianatan itu.
Jika aku disuruh memilih, dulu aku pernah berķata 'aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama' dan benar...
Kesalahan yang menyakitkan itu terulang lagi.
Aku sudah memaafkanmu, tapi tidak mudah bagiku melupakan bayangan buruk tentang kau dengannya di belakangku.
Sakit ini...
Coba sekali aja kau rasakan, bagaimana hati ini seperti dicambuk beribu-ribu x olehmu!!!

Posted via Blogaway

Posted via Blogaway


Posted via Blogaway

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

My Slide Show Photo

My Slide Show Photo by Slidely Slideshow

- Copyright © 2013 Trivani Desyara - Trivani Desyara - Powered by Blogger - Designed by Rain Boy -