Archive for 2014

Pray for tonight O:)

Aku tak tahu entah sejak kapan aku jadi secengeng ini.
Aku hanya tak sanggup menahan setiap.rasa sakit ini.
Rasanya, bodoh jika aku terus2an menangis tiap malam hanya karena hal yg sama.
Aku tak sanggup tuhan....
Maafkan aku menjadi hambamu yg rapuh.
Ya Allah...
Aku mohon, jikalau ini memang yg terbaik untukku dekatkanlah.
Jika memang ini buruk untukku,jauhkanlah...
Ya Rob, hati ini masih terlalu dini untuk terlukai.
Aku takut, hatiku sudah berdarah sebelum waktunya.
Dekatkan aku, bawa aku kepada orang2 yg ingin mengerti kekuranganku, mau mendengar keluhanku.
Jauhkan aku dari orang2 yg hanya mendekatkanku demi kesenangannya.
Tuhan... tuntun dan bimbing aku selalu melangkah ke jalan yg bnar.
Ajarkan aku mengenal semua hal.
Redakan kesedihan ini.
Bantu aku memilih yg terbaik untukku.
Tuhan, malam ini aku menangis lagi.
Maaf aku membuang air mata ini lg.
Buang semua rasa keegoisanku.
Dan.... jaga dia orang yg membuatku menangis malam saat ini, jaga dia tetap selalu berbahagia.
Aku mencintainya... 
Jika rasa ini benar, simpan dan jga selalu cinta ini di hati kami.
Jika rasa ini salah, jangan biarkan kami terus2an menangis, tolong hapus rasa cinta yg terlanjur hadir.
Karena, sebenar2nya kami dan setahu apapun kami Engkaulah yg paling benar dan paling mengetahui akhir dari cerita ini ya Allah... Amiin :")

Hanya kita yang tahu :-)

Ikhlasku menerima semua ini.
Baru ku sadari ini memang bukan salah kita, kita menuntut untuk saling meminta berubah padahal tanpa kita sadari kita tak pernah merubah diri kita sendiri.
Cinta bukan masalah hati saja, tapi masalah kenyamanan dan kebahagiaan.
Jika hati ini terus2an sakit krna mengenangmu kurasa ini sudah saatnya untuk di akhiri.
Kita pergi bukan untuk berpisah, hanya saja kau dan aku tak terikat hubungan lagi.
Jika persahabatn jauh lebih nyaman dari pada berpacaran mengapa harus tak menerimanya?
Kita sudah lelah saling menyakiti
Aku sendiripun lelah mencintai dengan segala rasa sakit
Aku lelah merasakan perasaan spt ini,
Lelah terlalu sering memikirkanmu
Aku ingin lepas, seperti dulu.
Bukan maksudku menyesal karena mengenalmu.
Tidak aku sama sekali tak pernah menyesal mengenal dan mencintaimu.
Pada dasarnya mencintaimu dan membiarkanmu masuk dalam hidupku semua keputusanku.
Munafik rasanya kalau bilang aku ikhlas melepasmu, aku belum setegar itu syg. Semua butuh proses, aku hanya ingin mencobanya, krna menurutku akan jauh lebih baik daripada mencoba memperbaiki hubungan ini. Akhirnya pasti menyakitkan juga.
Prcayalah padaku aku selalu mendoakan mu dalam diam, mendoakan segala yg terbaik buat mu :') krna setahuku jika aku berhasil bahagia melihatmu dengan org lain, itu lah bukti cintaku, krna benar kata org jauh akan lebih menyakitkan apabila membiarkan mu tetap disisiku namun kau tak bahagia.
Segala kenangan yg terlanjur tercipta diantara kita biarlah tetap jd kenangan. Biar aku yg memegang kunci kenangan itu.
Biar aku yg menyimpan segalanya di tempat yg paling aman.
Hanya kita yg tahu betapa selama ini kita benar2 berjuang menahan semua rasa rindu yg tak kunjung lepas.
Menanti jarak yg tak kunjung dekat. menahan setiap getaran emosi jiwa
Aku sayang kamu.
Dan aku lepas kamu :-) insyallah... semoga ini menjadikan kita lebih kuat syg :*

Aku baru menyadari betapa bodohnya diri ini

Tadinya aku pikir, aku berhasil mengenalmu
Rasa sakit yg kukenalkan dulu padamu kupikir membuat mu mengerti untuk tak menyakitiku lagi.
Berulang x aku berusaha tegar, menahan setiap hal yg ku dapat.
Mungkin, aku terlalu bodoh, menginginkan hal yg terlalu sempurna, terlalu bodoh karena ku pikir dia tak mungkin melakukannya lagi.
Ini tak adil, terlalu cepat menghilangkan semua hal yg kuberi untukmu.
Apa arti maaf jika hati tak bisa menerima?
Apa arti cinta jika hati sudah menolak untuk mencinta
Aku sudah berusaha mencoba mengenalmu kembali, tetapi sakit yg teramat dalam kurasa ini menolak semua usahaku untuk memulainya lagi.
Kau terlalu menghancurkannya sayang, bukan retak, tapi sudah hancur berantakan dan tak bisa disatukan lagi.
Kau memintaku tetap bersamamu sedangkan dengan mudahnya kau meminta org lain menggantikanku sbg orang yg kau bilang sangat kau cintai.
Kau menusuk lebih dari sekali, kau menyakiti berulang x dan membuatku benar2 muak.
Ntah sampai kapan hatiku bisa benar2 pulih.
Semua ini bagai hujan petir, menyeramkan, menakutkan dan mematikan... mematikan jiwaku yg sudah terlanjur cinta padamu.
Kudapati hatiku tergeletak, lemah tak berdaya.
Aku sudah mencoba membangunkannya, tapi tak kunjung berhasil.
Lelahku hadapi semua kenyataan pahit ini.
Penantian yg tak kunjung berujung.
Harapan yg sia2.
Semua layaknya sampah dimatamu.
Kau terlalu menyepelekan semua hal.yg kukatan dan kulakukan.
Padahal semua itu bukti cinta dan penantianku.
Kau menggores luka dibagian luka yg belum sembuh.
Kau tusuk pisau dilubang yg pernah kau tusuk dulu.
Sakit? Sangat...
Kecewa? Sangat
Marah? Tidak... aku tak pernah marah padamu.
Hak mu melakukan hal ini.
Tapi aku mohon jgn larang hak ku untuk pergi dan memintamu pergi.
Tak mudah bagiku melepasmu tapi aku pikir memang sudah sepantasnya aku melakukan ini dari dulu.
Aku membiarkan butir demi butir air mata ini menghiasi pipiku, sampai saatnya nanti dia lelah untuk mengelurkan air...
Aku biarkan jiwa dan hatiku menahan sakit, aku biarkan mereka melemahkan tubuhku...
Karena aku yakin, apapun usahaku untuk membuat diri ini kuat tak akan mengubah apapun.
Maaf karena terlalu mengharap lebih. Maaf karena tak bisa menjadi sepintar yg kau harapkan. Karena aku sendiri menyadari betapa bodohnya diriku selama ini, bodoh karena terlalu percaya dan berharap.

By : Trivani **

Apakah aku bisa menyatu dengan langit? :')

Malam ini bintang tak tampak.
Bulan juga menghilang.
Langit seakan sendiri tanpa cahaya.
Gelap, redup, sendu.
Apakah langit tak merasa sepi saat tak ada cahaya yang menemaninya?
Kenapa aku tak pernah mendengarnya mengeluh?
Bahkan dia sanggup mempertahankan malam.
Tak lama aku mendengar hujan turun.
Apakah sekarang langit sedang menangis?
Karena kesepian tak ada teman?
Jadi dia mengeluarkan air mata sebanyak rintikan hujan?
Ya.. aku sudah terlalu berpikir jauh.
Tak jauh dengan langit, aku pun begitu, aku redup, sepi, rasanya air mata yg menumpuk ini akan keluar sebanyak yg dia suka.
Tapi aku tetap mempertahankan segalanya.
Aku berusaha untuk tegar padahal aku yakin aku tak sekuat yg terlihat.
Mungkin air mata ku tak sebanyak dan tak sederas hujan malam ini.
Aku juga tak sehebat langit yg mampu mempertahankan malam tanpa ditemani siapapun.
Tapi aku hanya mencoba untuk tetap bertahan walau tak ada lagi seorang pun disisiku.
TUHAN.... makasih hujannya malam ini :')
Dengan hujan aku tak merasa sendiri lagi, air mata yg jatuh ini pun tak sendiri, dia sudah menyatu dengan hujan.
Apakah aku bisa menyatu dengan langit di atas sana? :')
Hope O:)


Posted via Blogaway

9Month for Failed (24-04-2014)

“Udah 3 bulan kamu gak ada saat hari penting kita kak! Udah 3 bulan kamu kecewain aku, udah 3 bulan kamu berubah! Kenapa sih gak pernah dikit aja ngertiin perasaan aku? Aku gak tahan lagi, aku mau kita berakhir aja sampai disini. Makasih!” aku memutuskan sambungan telpon setelah aku mengeluarkan unek-unekku pada Indra, tanpa sempat memberinya kesempatan untuk berbicara. Kekasihku semenjak 8 bulan yang lalu, orang yang paling kucintai, lelaki satu-satunya yang ada dalam hati dan pikiranku. Ntah apa yang kuucapkan padanya malam ini, aku tak tahu apakah keputusan ini tepat, yang jelas aku benar-benar kacau saat ini, air mata ku tak dapat kutahan, mengalir dan membasahi pipiku sesuka hatinya, ntah ini benar atau tidak yang jelas aku butuh sendiri saat ini, butuh menjauh darinya, tapi aku sendiri pun tak yakin bakal sanggup putus dengannya. Sudahlah ... kita lihat saja nanti.

            Lima menit setelah aku memutuskan telpon hp ku bergetar menandakan sms masuk, benar itu dari Indra, aku perlahan menghapus air mataku dan membaca pesan itu.

     Putus? Kamu minta putus? Disaat hubungan kita masuk bulan ke 8, iya? Udah berapa kali kamu mutusin aku? Hah? Gampang banget bilang kata-kata putus hanya karena hal yang sepele, aku udah ikutin kemauan kamu, udah nelpon kamu malam ini untuk merayakan 8bulanan kita, tapi akhirnya apa? Kamu mutusin aku lagi, seperti bulan lalu! Aku juga yang salah? Iya? Kamu nyalahin aku lagi? Aku gak tau harus gimana lagi L, terserah kamu!  

            Akhirnya setelah membaca itu air mataku dengan liarnya mengalir lagi, bahkan labih deras dari sebelumnya, aku menutup mulutku agar isakan ku tak terdengar orang dirumahku karena malam sudah sangat larut, sudah pukul 12.00 malam, aku memeluk gulingku dan menyembunyikan mukaku di balik guling.

 Aku capek kak, sifat kamu gak pernah berubah, aku capek dnegan ketidakpedulian kamu, maafin aku. Lalu tak lama, aku tertidur.

Besok harinya disekolah aku cerita pada sahabat-sahabatku tentang aku putus dengan Indra, ya, seperti dugaanku, mereka pada tak menyangka dan menenangkanku. Aku sempat tak fokus belajar dan berpikir, pikiranku melayang ntah kemana, Indra berusaha mengirim pesan padaku, dan aku berusaha tak menggubris tapi tetap saja pesan-pesannya masih terus ku balas walau aku tahu kata-kataku menyakitinya lagi.

Sudah seminggu ku lewati hari-hariku tanpa Indra, and trust me it so hard, beberapa kali dia menelponku saat dia pulang kerja tapi aku hanya berbicara seadanya, demi tuhan aku tak bermaksud seperti itu, mendiamkannya, membuatnya sakit, no! It’s fake, seriously it’s hurt me too Indra.. aku rindu padanya, suaranya, perhatiannya, ketawanya, semuanya aku rindu ya Tuhan.. what can I do?

Hari-hariku suram, tentunya karena lelaki itu, apakah aku egois? Aku jahat? Aku terlalu anak-anak? Ntahlah, aku tak sempat memikirkan itu semua, yang aku tahu aku rindu pada nya, jujur aku ingin kembali kepelukannya, tapi aku terlalu takut, dan terlalu malu untuk itu. Andai kata putus itu tak pernah ada ya Tuhan. Shit, aku mulai menyesali keputusanku. What the fucking stupid of me!

Sebenarnya, aku dan Indra berhubungan jarak jauh, itu yang membuat kami agak sulit jika ada pertengkaran, tak bisa menyelesaikan secara langsung, aku di Medan dan dia di Depok. Yeah, so far. Tapi sejauh apapun jarak diantara kami, itu tak terlalu masalah, bukannya cinta itu masalah perasaan dan kenyamanan? Sehingga pada akhirnya kami bertahan selama 8 bulan, walaupun hanya baru 2 kali bertemu, tapi itu sudah sangat berharga bagi kami, walaupun kini aku harus menerima kenyataan karena kebodohan keputusanku aku memutuskannya disaat kami memasuki bulan ke8.

Tapi tentu bukan karena tak ada alasan, yah walaupun alasannya tidak terlalu spesifik, tapi bagiku masalah ini besar walaupun tidak baginya, aku merasa semenjak 3 bulan yang lalu tepat disaat dia memulai selingkuh dariku walaupun akhirnya dia tetap memilih untuk bertahan padaku dan meninggalkan selingkuhannya, ya mulai sejak itu aku jadi terlalu sensitif, terlalu berlebihan, terlalu takut,terlalu sering marah-marah padanya, dia memang selalu menyakinkanku bahwa dia tak akan melakukan hal yang sama lagi, tapi bukannya aku tidak memercayainya, tapi wajarkan aku takut dan trauma?

Ya, aku tahu dia mencintaiku, he’s the best and always the best in my life, aku nyaman dengannya, dia punya cara sendiri untuk membuat ku hari demi hari semakin mencintainya, walaupun dia bukan seorang yang romantis, orang yang suka mengumbar kata cinta, bahkan bukan seorang cowok yang perhatian, dia sering cuek padaku, tapi dibalik itu semua aku tahu itu memang sifatnya, walaupun dengan sifatnya itu sering membuatku jengkel, ya, sesekali aku butuh itu,  tapi sebenarnya bukan itu alasan yang membuatku memutuskannya.

“Gimana sama kak Indra Van? Udah balikan belum? Udah 2 minggu kalian putus” ujar Ceni sahabatku, “Ntahlah Cen, dia sekarang juga menghilang dan gak berusaha hubungin Vani lagi, mungkin dia udah nerima kali diputusin sama Vani” jawabku sedih.

“Kamu sih, mutusin dia seenaknya, sekarang aku tanya nih ya, alasan Vani mutusin kak Indra apa? Dari awal putus sampe sekarang kamu gak pernah kasih alasan pasti” sambung Zie, teman sebangku ku dan termasuk sahabatku juga, pertanyaannya membuatku malu sendiri, jawaban apa yang harus ku kasih padanya.

“Emm.. gak tau lah Zie, Vani juga bingung, waktu itu Vani putusin kan karena pas malam kami anniv ke 8 bulan dia gak mau nelpon, kalau gak Vani suruh, terus dia pas nelpon juga diem aja, Vani kan kesel, udah 3x dia kayak gitu. Itukan hari penting kami”

“Dan Vani juga udah 3 x mutusin dia, Van, come on lah, masa Cuma gara-gara hal sepele gitu Vani putus sama kak Indra, toh akhirnya dia nelpon kan? Kasian loh dia Van, dia udah berusaha ikutin kemauan kamu, tapi kamu nya malah mutusin, siapa coba yang gak sakit? Balikan gih, hapus gengsi kamu, kalian masih sama-sama cinta” lanjutnya

“Vani gak gengsi kok, waktu kemaren itu Vani udah minta balikan, udah berusaha memperbaiki semuanya, eh dia malah gak ada kabar, giliran vani sms baik-baik dia menghilang, giliran vani marah-marah dia balik marah, mau nya apa sih huh” kesalku,

“Vani udah berubah seperti yang dia mau belum? Vani tau kan dia maunya apa? Coba Vani selama libur duduk diem dirumah, dan gak pergi sama temen-temen pasti ntar dia juga baik sendiri” ujar Ceni, aku terdiam sesaat dan tak bisa membela diri.

“Vani kesel tau gak sih Cen, bbm Vani di hapus, Fb di blokir, sms gak balas. Gimana gak kesel? Yaudah Vani pergi-pergi aja, Vani sosmedan sepuasmya, biar dia marah dengan gitu kan pasti dia sms Vani”

“Udah nelpon belum? Sms mulu, telpon kek sekali-sekali” ujar Safrina yang sedari tadi diam mendengar ocehan kami. “Nelpon? Ah gak mau ah takut, lagian Vani malu lah, ntar gak diangkat mau ditarok dimana muka Vani” jawabku asal,

“Yee dasar, Van,Van, urusan percintaan orang kamu urusin, giliran urusan perasaan dan percintaanmu kamu lemah banget, huh payah nih” ujarnya lagi, aku hanya tersenyum sekilas.

“Jangan kayak gitu lah Vani sayang, ayo kali ini keluarin pikiran dewasa kamu, udah mau 17 tahun masih aja gak bisa urus masalah sendiri, kamu kenal dia 8 bulan, kamu tahu apa yang dia mau. Ikutin aja dulu, biar semua baik”

“Hmm.. nanti Vani coba deh”

“Mau selamanya kehilangan dia dan dia muak sama Vani?, dia capek sama Vani?, dan dia menghilang selamanya, cowok gampang cari yang baru loh, kamu jauh dan dia bisa cari yg dekat hahha”

“Aaaa,gak mau!!! Gak boleh lahhh kayak gitu L tapi gimana? Udah 3 hari dia gak ada kabar. Atau mungkin dia udah ada yang lain, udah lupa sama Vani”

“Gak akan secepat itu sayang, aku yakin kak Indra sayang sama Vani, dia masih mau baikan sama Vani, tapi Vani harus berubah dulu, ikutin aja apa kata dia.”

“Iyadeh nanti Vani coba, huuhh payah nih kak Indra bikin Vani gak tenang, nyebelin banget makhluk satu itu!!!” jawabku mengakhiri pembicaraan kami, mereka hanya tersenyum sendiri melihat jawabanku, ya.. apa kata mereka benar, apa kata Indra juga benar, mungkin memang ini salahku, aku yang terlalu cepat dan bandel. Yah, aku harus terima resiko di cuekin sama Indra, ntahlah sampai kapan seperti ini. Aku hanya takut akan satu hal, dia udah dapat pengganti ku L Oh kak Indra... kamu lagi ngapain?????

Hari ini tanggal 20, dan tanggal 24 nanti tepat sebulan aku putus dengannya, dan tepat 9 bulan hubungan ini. Tapi sampai sekarang tanda-tanda baikan dengan Indra belum terlihat, aku sudah beberapa kali menghubunginya tapi tetap dia tak merespon usahaku, aku tak bisa melihat kabarnya karena semua sosmed ku di blokir olehnya, ya dia sangat marah padaku. Aku harus bagaimana? Aku hanya bisa mendengar kabarnya dari sahabat dekatnya, kak Anna.

Ini benar-benar menyiksaku, aku tidak tahu bagaimana perasaan ku saat ini, sangat jauh dari kata normal. Aku tak tahu harus bagaimana lagi, Indra sama sekali tak ada kabar, yang kubutuhkan saat ini hanya kepastian, apakah hubungan ini sudah benar-benar berakhir atau belum? Jika memang ini tak bisa dilanjutkan lagi, aku ingin mencoba merelakan dan melupakannya, aku tak sanggup dengan hal seperti ini, aku bisa gila Indra.

Harus bagaimana lagi?  Aku tahu aku masih melanggar semua permintaan-permintaannya, bahkan sedikitpun aku tak memperdulikan larangannya, karena aku pikir sekarang aku dan dia dalam kondisi putus, jadi dia tak berhak melarangku, tapi aku janji pada diriku sendiri nanti jika hubungan ini bisa kembali, aku akan mengikuti larangannya.. aku hanya butuh Indra untuk saat ini, dan selama aku tak bisa mendapatkannya kembali, aku tak mau mengikutinya, biarkan dia marah, dia kesal, dia kecewa yang jelas ini kulakukan agar aku tahu apakah dia masih peduli denganku? Aku rasa tidak, bahkan sampai sekarang sama sekali dia tak ada kabar, benar-benar menghilang. Perasaan takut mulai menggelitikku, apakah dia disana sedang bersama pacar barunya? Apakah dia sedang tertawa melihat ku menderita? Apakah dia sedang asik dengan dunianya? Apakah dia sedang memikirkanku? Apakah dia sama sekali tak ingat lagi denganku? Oh Tuhan!!!!!!! Aku benar-benar takut, apakah secepat ini kau berpaling dan melupakanku Indra? Sulit dipercaya L L aku memutuskan untuk menunggu tanggal 24, ya kalau semua ini masih seperti ini, kalau dia masih tak ada kabar, aku janji akan melupakan dan tak mengharapkannya lagi.

Aku mencintaimu Indra Rusyandi, aku tak sanggup lama-lama seperti ini, hidupku berantakan, hatiku sakit, andai aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki ini semua, andai kesempatan itu masih ada untukku, aku janji tak akan mengulang kata-kata itu lagi. Kamu sumber kebahagiaanku, hanya bersamamu aku nyaman, hanya bersamamu aku mampu bertahan sejauh ini, kamu udah jadi bagian dari hidupku, I hope you the last in my life without another person again, aku ingin selamanya memilikimu, aku ingin berbagi kisah dan cerita lagi, aku rindu akan setiap hal yang kamu ceritakan padaku, setiap keluhan yang kamu keluhkan padaku, aku rindu caramu memanggilku, caramu tertawa, caramu menunjukkan kasih sayangmu, aku rindu semua itu, jangan siksa aku seperti ini kak, jangan coba pergi dari hidupku, aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu walaupun secara tidak langsung, aku sudah terlanjur mencampuri mu disetiap kegiatan dan aktifitasku, kembalilah padaku, kita perbaiki ini semua, dan jangan berpikir untuk pergi selamanya dariku, demi tuhan aku tak sanggup. Maafin aku membuat mu sempat menangis, maafkan aku sempat membuatmu marah dan kecewa, maafkan kata-kata kasarku selama ini, dibalik sifat ku semua itu, ada rasa cinta yang tulus untukmu, jauh dilubuk hatiku, hanya namamu yang kuharap untuk menemani seluruh hidupku, aku hanya ingin denganmu selamanya.....

Malam ini aku benar-benar sangat merindukan Indra, sejenak terpikir olehku untuk mencoba meng’sms nya, Cuma aku agak sedikit ragu, takut-takut dia tak menghiraukan sms ku seperti sebelum-sebelumnya, tapi aku pikir aku tak butuh balasan, karena kemungkinan untuk dibalas itu sangat kecil, aku hanya ingin memberi tahunya jika aku sangat merindukannya. Ya, dia hanya perlu tahu bahwa aku masih selalu memikirkannya walau aku sudah memutuskannya, dan aku yakin, dia pun tahu bahwa ini bukan mau ku. Aku mengambil hp ku dan mulai memikirkan kata-kata apa yang pantas ku kirim padanya, akhirnya setelah lama berpikir...

Selamat malam pria yang mengisi seluruh hatiku, :’) apa kabar kamu disana? Gimana keadaan kamu? Aku harap kamu baik-baik aja ya. Masih pernyataan yang sama ‘Aku merindukanmu’ J aku masih membutuhkan kata maaf dari mu L

Pesan terkirim..........

Bodohnya aku masih mengharapkan balasan dari dia, dan seperti dugaanku, dia tak merespon, aku yakin jam segini dia sudah pulang kerja disana, dan aku yakin dia sudah membacanya, dan dia pun memutuskan dia, tanpa sadar air mata mulai mengalir lagi, bukan karena dia tak membalas pesanku, tapi terlebih ke bagaimana aku membuat segalanya berantakan, ya.. berantakan. Sudahlah, aku terlalu lelah hari ini, sebelum tidur aku mengecheck beberapa sosial mediaku, yang pertama ku buka adalah path ku, ada tiga pemberitahuan disana, pertama like’an status dari teman-temanku, kedua balasan komen dari kakakku, dan terakhir, hatiku rasanya tenang dan tak bisa ku tahan senyumku, Indra meng’Visit path ku, lalu kemudian aku tertidur.

Entah apa yang kau lakukan disana kak, aku yakin kamu masih memikirkan ku walaupun hanya sekejap, ya aku berharap begitu. Selamat malam untuk kamu, tidur nyenyak yah.. aku harap tiga hari lagi, tepat tanggal 24 hubungan ini berakhir indah seperti biasanya.

24-04-2014

Tanggal ini adalah tanggal penting bagiku, hari dimana sembilan bulan yang lalu aku mengenalnya, dan dia memintaku menjadi pacarnya, haruskah secepat ini semuanya menjadi kenangan Tuhan? Apakah memang kami tak dapat bersama lagi? Akan kah semua kenangan yang selama ini kami buat harus menjadi kenangan juga? Bagaimana mungkin aku sanggup menjalankan hari ini? Bagaimana mungkin aku mampu menepisnya dari hidupku?

Aku membuka jendela kamarku, aku melihat rintik-rintik hujan menyapaku pagi ini, pagi ini basah, aku menikmati hujan itu, pikiranku melayang ntah kemana-mana, hujan... hey, banyak cerita yang kita titipkan lewat hujan Indra. Perlahan air mataku mengalir, semakin lama semakin deras, aku merasakan sakit yang teramat dalam di lubuk hati ini, rasa rindu yang menumpuk, penyesalan yang mendalam semua bercampur jadi satu, haruskah penantian ini berhenti sampai hari ini? Apakah hati ku sanggup melepasmu? Melepas semua impian kecil kita, kenangan indah bersamamu. Semua pengorbanan kita selama ini, dapatkah aku bertahan tanpamu lagi?

Ya Tuhan, bagaimana ini? Bagaimana caraku agar hari ini bisa sedikit menghiburku, tiga bulan aku melewati tanggal ini tanpanya, apakah harus untuk yang keempat kali? Kelima kali? Keenam kali? Atau bahkan seterusnya? Tanpanya...

Kebetulan hari ini sekolahku libur karena acara perpisahan kakak kelas, semakin membuat ku frustasi, jika masih bersamanya mungkin aku bisa menghabiskan sisa hari ku dengannya, di hari ini, di tanggal yang selalu ku nanti-nanti ini. Tapi aku cukup sadar untuk tidak terlalu mengharap akan hal itu. Mungkin dia sudah memutuskan untuk pergi dan tak kembali, mengingat akan hal itu membuatku sakit, dasar bodoh... padahal sebulan yang lalu, aku yang meminta ini semua tapi sekarang aku yang menyesal, hal bodoh macam apa ini? Kenapa aku bisa sebodoh ini Tuhan???? L

Apa yang dikatakan sahabat-sahabatku benar, apa jadinya aku tanpa Indra? Karena memang tak bisa ku pungkiri hidupku sudah mulai terbiasa dengan hadirnya di kehidupanku, apalagi saatpertama masuk SMA dia pacarku, kehidupanku di SMA dia cowok yang masuk dikehidupanku saat ku memulai dunia baruku di SMA.

‘Aku gak bisa bayangin Van, gimana hidup mu tanpa kak Indra, haha... sedikit-sedikit Indra, semuanya serba kak Indra, tiada hari tanpa dia ya. Haha’

Gagasan itu yang selalu mereka beri padaku, ya, sekarang beginilah aku tanpanya, hidupku tak terletak pada tempatnya, berantakan walau sebisa mungkin didepan para sahabat dan orang tua ku aku berusaha setegar mungkin.

Awalnya aku tak tahu apa beda cina dan suka, bahkan aku tak sempat meyakinkan perasaanku sendiri padanya, sampai pada akhirnya aku tahu cinta adalah dimana seseorang memasukkan orang lain disetiap aktifitas dan kegiatan dalam hidupnya, ada ataupun tak ada orang tersebut didekat kita.

Aku sangat mencintaimu kak, buktinya tiada hari yang kulewati tanpa memikirkanmu, sampai aku lupa bagaimana caranya agar aku berhenti membayangkan indahnya bersamamu, aku lupa caranya bagaimana tidak menyebut namamu disetiap hariku, selalu kamu, kamu, dan Cuma kamu yang aku pikirkan, terkadang hati ini naif, aku menginginkanmu pergi agar kau bisa berbahagia dengan wanita lain yang jauh lebih baik dariku, ya aku menginginkan itu, aku menginginkan kebahagiaanmu, tapi dilain sisi aku harus menerima kenyataan dengan melepasmu aku juga melepaskan kebahagiaanku sendiri, so how about this ? can I’m?

  Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam, ya aku masih belum bias tertidur, jujur aku sangat lelah hari ini, menunggu hari ini begitu lama bagiku,hari ini penantian terakhirku, aku menebak bahwa Indra belum pulang kerja, apakah dia mengingat tanggal ini? Apakah dia masih mau menelponku atau hanya sekedar sms untuk mengingatkan hari ini jam 11.35 nanti? Apakah aku masih bisa berharap akan hal itu Tuhan? Tiba-tiba hpku bergetar, tanda sms masuk, ya itu dari sahabatku Ceni.

Gimana Van? Udah baikan belum sama kak Indra? *berharapsudah* :D kalau udah aku ikut seneng ya, semoga gak berantem2 lagi, kalian gak boleh putus apalagi sampai saling melupakan.

Aku tersenyum membaca sms sahabatku itu, memang mereka sangat mengharapkan aku dengan Indra lagi, aku menarik napas panjang kemudian menyiapkan balasan untuknya.

Ntahlah Cen, Aku gak bisa berharap banyak. Aku belum balikan sama dia, komunikasi aja belum -_- haha aku juga berharap gitu, tapi gak tau lah liat nanti aja sayang J

Loh belum baikan? -_- iss balikan dong kalian :’( aku pikir kalian udah baik-baik aja. Ceni tuh mau Vani tetap sama kak Indra, Ceni Cuma liat Vani Cuma bisa bahagia sama dia Van, kak Indra itu yang terbaik buat Vani begitupun sebaliknya.

Vani lebih ke menunggu ya Cen, toh Vani yakin kebahagiaan Vani bukan Cuma dia, lanjut atau enggaknya hubungan ini juga tergantung dia sih, Vani udah berkali-kali ngajak baikan tapi ga pernah direspon, yaudah mungkin ini memang harus Vani yang tanggung, yang terbaik buat kami itu hanya kami dan Allah yang bisa nentuin. Kalau akhirnya harus pisah, kami harus bias nerima.

Hmm, iya bener Van, banyak sabar ya sayang :* aku Cuma bisa doain yang terbaik buat kalian, ceni tidur yah. Gudnite {}

Perlahan air mataku mengalir setets demi setetes, membayangkan berapa banyak orang yang mengharap aku dan Indra kembali seperti biasanya, ini menjadi begitu rumit bagiku, ntah baginya. Bagaimana aku dapat melupakannya, bagaimana aku dapat melepasnya jika semua hal yang didekatku memaksaku kembali padanya ya Tuhan?

Aku melirik jam jam didinding kamar, sudah menunjukkan pukul 11.00, itu berarti 35 menit lagi, aku menghapus air mataku, aku ambil boneka pemberian Indra yang terletak tepat disebelah bantalku, aku pandangi boneka itu, dadaku terasa perih, tanpa sadar aku pun tertidur.

“Hah jam 11.37? what the f*** oh God,” ujarku panik, aku telat dua menit, aku melihat hpku, tak ada sms ataupun telpon, aku kembali lemas, padahal aku sangat berharap dia mencoba menelponku, oke, sepertinya harapanku hancur. Aku melihat androidku, ada satu pesan darinya melalui telegram, ya salah satu social media yang khusus berteman dengannya seorang. Aku cepat-cepat membuka pesan itu, ‘Happy 9mothsarry J but fail L’ Just it? Seriously my tears fall again, damn!  Aku hanya membalas seadanya, aku sudah sangat kecewa, separah inikah rasanya? Sesakit ini kah rasanya? Satu bulan bukan waktu mudah aku menunggunya, sebenarnya inikah namanya cinta? Melakukan suatu hal yang membuat orang yang dicintainya kecewa dan sakit? Bukan sekali aku rasakan ini, terlalu sering merasakannya membuatku hapal dengan sifatnya itu.

Aku mengecek social media ku, terutama Path, salah satu hal yang masih menghubungkanku dengan Indra, seperti dugaanku, dia mem’visit pathku, aku tersenyum simpul.  “kenapa harus kayak gini kak? Kenapa kamu bikin semua menjadi sulit? Hari ini harapan terakhirku dan semua hancur, kenapa gak dari awal seharusnya kita memang tak saling mengharapkan lagi agar tak sesakit ini kecewa yang ku terima?”

Dia hanya membaca balasanku, karena kesal aku mengirimnya pesan lagi, aku tak tahan begini terus mungkin memang seharusnya ini cepat di akhiri, agar aku tahu apa yang kulakukan selanjutnya. Ya aku tahu, akhirnya kami bertengkar lagi, lagi, dan lagi seperti biasanya. Aku dan Indra tak pernah sependapat dan sepahan mengenai hubungan ini.

Aku pikir semuanya sudah selesai, andai dia tahu, tanpa dia suruh pun pada akhirnya aku akan menuruti permintaannya untuk tidak aktif di sosmed  

“Ini semua kulakukan agar aku tahu kabar kamu dan bisa lebih dekat dengan kamu, aku rindu kamu kak, kenapa rasanya kamu sulit banget mengerti hal itu?”

Dia sudah tak membalas lagi pesanku, mungkin dia sudah terlalu lelah dan pada akhirnya tertidur, salah satu kebiasaan buruknya, tanggal 24 ini terlewati begitu saja, sudah 4 kali seperti ini, aku menepuk dadaku, agar sakitnya tidak terlalu terasa, sudah pukul 02.00 pagi aku tahu aku harus tidur karena besok sekolah, tapi mataku tak bisa terpejam, banyak hal yang masih kupikirkan, terlalu banyak kenangan yang terlintas di otakku saat bersamanya, kini harus ku kubur dalam-dalam. Aku membuka facebook  dan path ku, aku nonaktifkan keduanya, berusaha menghilangkan jejak, berusaha untuk tidak mengingat semua kenangan yang sudah tersimpan diotakku, mungkin ini saatnya, aku berusaha dan belajar bagaimana melepas orang yang kucinta.

Aku masih tak bisa tertidur, aku memutuskan mendnegar lagu dan sialnya semua lagu di playlist ku memutar lagu-lagu galau, membuat ku terbawa suasana, aku membuka aplikasi picture di androidku, melihat satu-satu foto aku dan dirinya saat di Jakarta, kemudian menghapusnya. Setiap foto yang kuhapus tanganku bergetar, antara tak ikhlas dan sedih, haruskah ku lakukan ini? Ya harus, aku merasa dia pun tak peduli lagi.

Selamat tinggal 24ku, Indra Rusyandi tetap menjadi yang terindah sampai kapanpun dalam hidupku.. banyak hal yang kupelajari saat bersamanya. Banyak hal… ya banyak hal. Ya Allah…. Bantu aku untuk ikhlas L

Terimakasih kak, maaf terlalu sering menyakitimu dan selalu mengambil keputusan yang salah, mungkin aku bukan yang terbaik. Maaf gak bisa menjadi terbaik dalam hidupmu…

NB : based on true story, last story of Trivani Desyara, Indra Rusyandi. Wherever you are, I always miss and love you J lanjutkan kisah cintamu yang lain kak, jaga orang yang akan menjadi pendampingmu setelah aku, lanjutkan kisah dan cintamu, aku selalu support kamu :*


Posted via Blogaway

:') :'(

Ingin sekali rasanya aku berteriak.
Ingin sekali aku menangis.
Perasaan ini ya Allah..
Sampai kapan air mata ini jatuh?
Se gak penting ini kah aku?
Aku yg selalu berusaha mengembalikan semuanya?
Tapi seperti tak dihargai?
Aku yg selalu ingin dia ngerti, aku disini...
Terlalu dalam mencintainya.
Sampai aku gak bisa yakinin diri sendiri sampai kapan aku bisa menghapus tangis ini.
Semudah ini dia melupakan semuanya disaat aku masih sangat berharap dirinya tetap menjaga perasaan ini.
Untuk kesekian x nya Tuhan.
Aku ga sanggup :(
Aku terlalu berharap dicintai tulus sama seseorang.
Disaat aku butuh penopang tangis ini.
Disaat aku percaya hatinya tetap untukku.
Tapi knpa semua terbalik?
Mudah baginya , terlalu sulit untukku :'(
Ini yg terbaik?
Demi Tuhan aku rela.
Apapun demi dia aku rela,
Jaga dia,
Beri kemudahan untuk semua kegiatannya.
Beri wanita terbaik untuknya.
Aku janji aku akan melepasnya walau hati ini belum sepenuhnya ikhlas.
Sampaikan salam rindu ku untuknya :')
Katakan padanya, aku akan selalu merindunya dalam hujan :')
Forever


Posted via Blogaway

Ketika Ku Yakini Semua Pada Jarak

Sudah lama aku menyendiri dalam sepi, sudah lama aku menangis tanpa ada kekasih dalam hidup, aku yakin, suatu saat, aku bisa tersenyum lagi, bisa menikmati hangatnya sentuhan seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku, tanpa sakit lagi, tanpa harus kecewa lagi, tiada air mata, tiada ketersiksaan lagi. Hari-hariku jalani bebas, tanpa beban. Jujur aku ingin melupakan perasaan ini, perasaan sakit karena luka masa lalunya sehingga akhirnya dia meninggalkanku tanpa sedikitpun merasa salah. Aku hanya dapat berharap, suatu saat perasaan ini hilang seiring berjalannya hari dalam kehampaan hidupku.

            “Van, kasian amat sih masih ngejomblo, belum bisa lupain mantan ya? Haha” ledek teman sebangku ku, sebut saja Zie. Aku hanya tersenyum kecil dan berusaha mengabaikan ucapannya, lalu kemudian temanku Ceni duduk di belakang ku sambil menepuk pundakku, “Van, kamu suka nulis kan? Aku punya saran grup di fb nih, kumpulan para penulis novel gitu dari berbagai daerah, gabung gih, siapa tau kan berguna buat ngasah hobi kamu dalam menulis.” Ujarnya, aku tertarik dengan saran Ceni, sudah lama aku ingin mempunyai teman sesama penulis agar bisa sharing tentang tulisanku.

            Kemudian aku mencoba mencari grup yang disarankan oleh sahabatku itu di fb, lalu aku langsung bergabung dengan grup tersebut. Aku melihat sangat banyak penulis yang memamerkan karya-karya mereka di grup itu, aku coba berkenalan dan sharing dengan mereka, walaupun masih terbilang sangat baru, dan baru beberapa jam bergabung di grup itu, aku sangat merasa akrab dengan mereka, mereka sangat wellcome padaku,  aku sangat senang, karena sudah lama sekali aku sangat ingin mempunya teman sesama hobi denganku.

            Dan aku pikir aku satu-satunya penulis yang masih berumur 15 tahun dan yang tinggal di Medan. Aku mencoba mengomentari kiriman dari salah satu cowok yang fbnya bernama ‘Rd Indra Rusyandi’  dia menanyakan tentang bagaimana menulis novel agar cerita didalamnya terkesan hidup dan nyata, aku coba membantu dan memberi beberapa masukan untuknya, aku merasa cowok satu ini sedikit cuek dan angkuh, aku melihat dari bagaimana cara dia merespon setiap komentar-komentar yang kuberikan, tak masalah, karena aku juga sebagai member yang baik mencoba memeberi masukan walaupun tanggapannya sedikit tak bersahabat.

Sampai pada akhirnya dia mempromosikan blognya dan akupun tak mau kalah, aku juga mempromosikan blog ku padanya,  tak kusangka ternyata cowok itu membuka blogku, dan aku juga penasaran dengan blognya, desain blog yang menarik yang membuatku tertarik membaca setiap tulisan demi tulisan yang dia tulis, “Rainni” adalah salah satu novel yang sedang ia tulis, ternyata cowok ini pecinta hujan, aku jadi tertarik untuk berkenalan dengannya, tapi kemudian kuurungkan niatku karena mengingat sifat dinginnya padaku ketika di grup tadi.

Kemudian setelah puas melihat blognya, aku beralih ke blog milikku, yang didominasi dengan warna hijau, salah satu warna kesukaanku, dan banyak juga cerita-cerita tentang hujan didalamnya, karena aku juga gadis yang suka sekali dengan hal yang bertema hujan. Ketika aku melihat ada seseorang yang memberikan komentar tentang puisiku berjudul ‘Rain is part of my life’ aku langsung membukanya, aku terkejut, karena yang mengomentari puisiku itu adalah cowok yang ku kenal di grup tadi ‘Rd Indra Rusyandi’ sepertinya dia sangat tertarik dengan hujan sampai dia langsung mengomentari tulisanku di blog tersebut, aku sangat senang mempunyai teman baru seorang penulis dan pecinta hujan sepertiku. Ternyata orang itu tidak secuek yang aku pikir di awal, lalu aku beralih ke twitter, lagi-lagi cowok itu yang aku sekarang menyebutnya dengan sebutan ‘Kak Indra’ dengan username twitter @indra_xtra ternyata memfollow twitterku, langsung saja aku follback, aku jadi ingin lebih mengenalnya lagi, sebelumnya kami juga sudah berteman di fb dan aku juga sudah melihat beberapa foto-foto di album cowok itu, setelah akhirnya kami lebih sering mengobrol lewat mention di twitter. Orangnya baik, dewasa, asik, dan menarik, aku sekarang mengetahui bahwa cowok itu sudah berumur 19 tahun, dan tinggal di kota Depok.

            Setelah mentionan dan saling mengenal beberapa menit lewat twitter, aku merasa semakin akrab dengannya, terlebih perkenalan kami yang berawal dari mempunyai hobi dan kesukaan yang sama yaitu ‘menulis dan hujan’ akhirnya dia memberanikan diri meminta nomor hp ku, langsung saja aku memberikan nomor ku padanya lewat direct massage twitter. Lalu setelah puas mention’an di twitter, dia mengirim pesan melalui sms. Aku tersenyum membaca pesan pertamanya.

From : 0897*****

            Hy Rain Girl J

Lalu aku langsung membalas dan mulailah perkenalan kami melalui sms berlanjut, dia memanggilku Rain Girl, dan sampai saat ini sama sekali tidak menyebut namaku, aku tak tahu alasan pasti mengapa dia enggan menyebut namaku tapi aku tak mempermasalahkannya, bahkan itu yang membuatku merasa special, aku tetap memanggil cowok Depok itu dengan sebutan ‘kakak’ sesekali aku juga ikut-ikutan memanggilnyanya Rain Boy agar lebih terasa dekat.

            Beberapa hari saling mengenal, melalui sms-sms singkat, aku merasa sangat dekat dengannya, dia selalu mengsms ku tiap ada waktu luang, itu yang membuatku merasa istimewa diperlakukan seperti itu, dia selalu berhasil membuatku tersenyum melalaui kata-kata yang dia sampaikan padaku, ditambah kami sering membahas tentang hujan, salah satu topik pembicaraan yang sangat menarik bagi aku dan dia. Aku merasa beruntung bisa berkenalan dengannya, aku sadar dia mampu membuatku tersenyum lagi, diluar dugaanku.                  

***

Hari-hariku sekarang terasa lebih berwarna, entah faktor apa yang membuatku merasa seperti itu, aku lebih sering tersenyum, bahkan teman-teman ku juga berkata seperti itu. Apakah benar ini karena cowok itu? Jujur, setiap mendapat pesan-pesan darinya yang selalu menyapaku tiap saat, selalu memberikan perhatian lebih padaku, aku selalu merasa senang dan merasa dia memperlakukanku layaknya aku wanita paling special. Aku tak tahu mengapa perasaanku seperti ini, tapi aku sadar, ini sangat belum wajar. Aku baru mengenalnya lima hari, dan aku pun tak bisa pungkiri, aku sadar hatiku mulai melihatnya. Tuhan… salahkan ini? apalagi kenyataannya aku dan dia memiliki jarak yang cukup jauh. Aku di Medan dan dia di Depok,.

Aku merasa semenjak mengenalnya, rasa sakit yang selama ini terlihat jelas hilang, sakit yang kurasa di awal takkan pernah terhapus. Terkadang aku bingung, aku berpikir jika hanya dengan berhubungan dengan Indra dari jarak jauh dapat sedikit mengurangi luka ini, apakah mungkin jika suatu saat, aku dan Indra benar-benar dekat, rasa sakit ini juga akan sepenuhnya hilang? Entahlah… aku sudah berpikir terlalu jauh, terlalu berlebihan. Aku tak mau terjatuh dalam kesalahan yang sama lagi!

Indra mulai bercerita tentang kehidupannya, tentang segala kisah hidupnya padaku. Aku berusaha menjadi pendengar yang baik. Dia juga secara tak langsung menunjukkan jika dia nyaman bercerita dengan ku.

Jarang kutemui cowok yang suka sekali dengan hujan sepertiku, bahkan Indra mengatakan dia sedang membuat novel tentang hujan. Karena itu awalnya alasan dia mendekatiku, dia ingin aku membantunya dalam pembuatan novelnya itu. Dan tentu saja aku katakan padanya, aku akan membantunya semampuku, sampai pada akhirnya kami mulai bercerita tentang kisah cinta kami masing-masing. Aku tak tahu gambaran perasaanku sendiri, air mataku tak dapat kutahan ketika dia mulai berbicara tentang mantan yang sangat dia cintai, bahkan sampai detik ini. sekuat tenaga aku mencoba memberinya semangat. Walau kusadar ada bagian kecil dari hatiku yang terasa perih, kenapa harus begini? Aku tahu aku tak punya hak untuk sakssit hati, Indra bukan siapa-siapaku, tetapi dengan begitu, bukan berarti air mataku dapat dengan cepat berhenti mengalir,  sejak itu aku benar-benar sadar, hatiku mulai terbuka untuknya, Indra telah mengisi ruang kosong dari bagian kecil hatiku, untuk mencintanya. Jika aku tahu ini akan terjadi, mungkin aku tak mencoba menyalakan api itu. Aku tak siap untuk terluka lagi, tersakiti oleh luka masa lalu lagi. Akankah ini masuk akal?

Vani, kamu baru kenal dia lima hari, dia jauh!! Dia asing!! Gak boleh..gak boleh…

Hari ini malam minggu, seperti biasa, aku berharap hujan turun di malam ini, karena jika malam minggu datang, aku hanya bisa berdiam diri dikamar. Ditambah statusku yang single, membuat malam ini tidak pernah terasa istimewa tanpa hujan. Tiba-tiba aku teringat pada Indra, apa kabar dia? Tumben sekali hari ini tidak ada sms, padahal aku sangat berharap dia meng’sms’ ku malam ini. Ya setidaknya, membuat malam mingguku tidak terlalu buruk. Tapi apa daya? Tak mungkin aku menghubunginya terlebih dulu, dimalam minggu pula.  Astaga .. kenapa dengan aku? kenapa aku harus berharap pada orang itu?

Setelah beberapa saat aku hanya membaca novelku dikamar, aku mendengar ponselku berdering, kali ini setelah lama berdiam diri, akhirnya ponselku itu berbunyi juga. Langsung aku meraih dan melihat siapa orang yang menelponku malam minggu begini, suatu hal yang sangat jarang.

Ketika aku melihat nama orang yang sejak tadi kurapakan menghubungiku, akhirnya muncul juga. Kali ini dia menelponku, tiba-tiba aku gugup. Karena kami belum pernah berbicara melalui telpon, aku ragu untuk mengangkan panggilan itu, walau aku tak dapat menahan senyumku. Ponsel itu terus berdering, akhirnya perlahan aku mengangkatnya.

“Hallo..” jawabku pelan, sumpah.. suaraku terdengar sangat konyol.

“Hallo Rain Girl, aku ganggu satnite kamu ya?” tanya Indra to the point, aku terdiam sesaat. Ini pertama kalinya aku mendengar suaranya, ya Tuhan.. aku hampir tak bisa menyembunyikan rasa senang ini. “Hey, diem aja. aku beneran ganggu ya dek?” tanyanya lagi yang membuyarkan lamunanku. “Eh, hmm enggak kok kak, yaelah, enggak ganggu kok. Nyantai aja, hehe” Jawabku sedikit grogi, tapi aku harus berusaha agar tak terdengar garing. Jangan panggil aku Trivani kalau tak bisa menetralkan suasana!

“Ah masa? Hmm, bagus dong. Malam minggu gak jalan sama pacar?”

“Enggak kak, pacar dari Hongkong. Aku kan single hehe, kamu sendiri? Tumben nelpon? Hayo.. pasti lagi ngejomblo kan? Hahaha” ledekku, dia pun ikut tertawa, sejenak aku merasa sangat bahagia berbincang-bincang dengannya melalui telpon, setelah beberapa jam mengobrol, dan mengenal satu sama lain, aku jadi sangat ingin lebih dekat dengannya lagi, tetapi aku pun tak tahu apakah dia juga senang dan ingin dekat denganku juga? Hufpt

“Coba aja kita dekat dek, aku ajak kamu jalan deh. Sayang kita jauh banget ya? Hehe”

“Hmm.. iya nih, jauh banget. Udah si kak, pindah aja sini ke Medan, biar bisa ketemu sama aku. haha”

“Nah, aku pinginnya juga gitu, cuma kapan-kapan ya. Kalau aku udah sukses, aku bakal main ke Medan deh, biar bisa deket sama kamu”

Setelah dua jam aku berbicara dengannya, aku sama sekali tidak merasa bosan. Semakin lama, dia semakin terasa dekat dan nyata. Akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 11.25 malam. “Rain Girl.. aku boleh ngomong serius gak?”

“Ngomong apa kak?  Ngomong aja lagi”

“Aku suka sama kamu”

“Hah..???? hey!! Jangan becanda” ujarku, walau jujur perasaan ini tak dapat kubohongi, aku sangat bahagia mendengar kalimat itu. “Boleh aku bicara? Tapi jangan dipotong, kamu cukup jadi pendengar yang baik” ujarnya, aku hanya mengangguk walaupun kutahu dia tak dapat melihat anggukanku, “Dek, aku kenal kamu baru seminggu yang lalu, aku tahu kita baru kenal banget, tapi karena perkenalan yang singkat ini, aku mulai mencoba, mencoba untuk mengenal kamu. Sampai pada akhirnya, jujur tak bisa aku pungkiri, aku sayang kamu. Aku nyaman sama kamu. Rain Girl, jarak kita emang jauh, jauh banget. Jauh aja kamu mampu buat aku nyaman, apalagi kalau kita dekat? Imagine! Aku mulai mengenal kamu, dan begitupun sebaliknya, salahkan jika rasa ini muncul secepat ini? apakah aku salah kalau aku bilang, aku sudah mulai melihat kamu, aku mulai mencintaimu?”

Aku terdiam tak bisa menjawab pertanyaannya, andai dia tahu aku juga merasakan hal yang sama sejak awal. Tapi aku bingung, apakah ini juga tidak terlalu cepat buat ‘kami’?

“Kak, kamu yakin dengan kata-kata kamu tadi? So, how about your feeling with ‘her’? bukannya waktu itu kamu bilang sulit banget untuk lupain dia?” tanyaku akhirnya, teringat pada mantannya. “Aku juga bingung dek, selama kenal kamu, aku jarang kepikiran dia lagi. Kamu cukup hebat bisa bikin aku berpaling darinya dan sekarang lebih sering memikirkan kamu. Ini jujur, gak ada kebohongan, aku yakin ini cinta. Aku emang gak pernah ketemu kamu, tapi jujur hati ini bisa dek, hati ini bisa merasakan kamu.”

Mendengar penjelasannya, entah bagaimana aku percaya, aku yakin apa yang Ia rasakan terhadapku, persis seperti apa yang aku rasakan padanya saat ini. “Gini ya kak, aku ngerti perasaan kamu ke aku, aku gak mau munafik. Aku juga ngerasa hal yang sama, tapi…” Aku terdiam, dia masih menunggu lanjutan kalimat ku,

 “Apakah ini tidak terlalu cepat?” Aku dan Indra mengucapkan kata-kata itu serentak, lalu kemudian kami tertawa. Akhirnya setelah sama-sama kami saling memberikan pertanyaan, kami semakin yakin dengan perasaan ini, dia meyakinkanku. Tepat pukul 11.35 malam tanggal 24 Juli 2013 Kami memutuskan untuk mencoba menjalin kasih. Walau dengan hubungan LDR, kami yakin, kami bisa bertahan pada jarak jauh ini.

“I love you my Rain Girl”

“I love you too my Rain Boy”

  Rain Boy, aku mencintaimu dengan jarak yang begitu jauh, aku memilihmu dan menitipkan hatiku pada jauhnya jarak diantara kita, semoga kita bisa bertahan.

***

Sebulan sudah aku menjalani hubungan LDR bersama Indra, ternyata dia orang yang sangat cemburuan dan emosional. Bahkan aku yang dulunya seorang yang sangat up to date masalah social media, sekarang bahkan sangat jarang membukanya lagi, pastinya larangan dari pacarku yang tak ingin aku terlalu berlebihan pada jejaring sosial itu, aku menerima peraturan-peraturan yang dia buat, karena aku tak mau kehilangannya, semakin hari aku semakin mencintainya, jujur aku merasa sangat beruntung bisa menjadi pacarnya, dia baik, perhatian padaku, dan aku merasa perhatiannya tidak berlebihan, cukup membuatku nyaman. Walau kami terpisah oleh jarak dan belum pernah bertemu, tetapi bukan alasan untuk aku tidak mencintainya, karena aku sadar aku mencintainya dengan jarak yang begitu jauh.

“Sayang, aku kangen sama kamu. Kemana aja sih? di sms gak dibalas, bt aku!” ujar Indra padaku melalui telepon saat aku sedang belajar. Aku tertawa mendengar nada bicaranya.  “Maaf yang, aku lagi belajar nih. ponsel aku letak ditempat tidur, maaf ya” jawabku, “Oh gitu, rajin banget belajar. Haha, oh ya, aku mau tanya, jawab jujur ya, aku tadi buka fb kamu, aku lihat inbox kamu, ada yang kirim pesan ke kamu pakai ‘sayang-sayang’, huh! Nyebelin banget. Siapa sih?” tanya Indra dengan nada tak senang, aku yang tengah asik membaca buku langsung mengecek fbku, ternyata orang itu adalah teman sekolahku yang memang dari dulu ‘katanya’ suka padaku. “Bukan siapa-siapa sayang, paling juga penggemar, hehe. Udah ya jangan dipikirin deh” ujarku meyakinkannya, suatu hal yang paling sulit adalah membuatnya yakin dengan alasan-alasanku. Aku harus menerima omelan-omelannya, itulah yang selalu kami bahas selama sebulan ini, ada saja masalah-masalah kecil yang dipermasalahkan, bahkan terkadang kata ‘putus’ hampir terucap karena hal-hal kecil seperti itu. LDR oh LDR.. , hanya bisa mendengar dan merasakan, tanpa bisa melakukan lebih. Karena kita memang tak mungkin bertemu, entah kapan, tapi kami yakin dan selalu menunggu saat dimana kami bisa bertemu dan tak terpisah jarak lagi.

***

Karena aku tak diizinkan oleh Indra membuka fbku sendiri, akhirnya aku iseng membuka fb Indra, aku ingin melihat kehidupan Indra di fb. Pertama aku melihat pesan fbnya, dan aku tak menemukan tanda yang mencurigakan. Aku beralih melihat album lainnya, aku melihat foto-foto Indra pada saat dia masih SMA, aku sedikit tertawa melihat wajahnya pada saat itu. Kemudian aku beralih ke album lain, terbaca olehku satu album privacy yang berjudul ‘ Special Moment’ dan aku penasaran untuk melihat foto yang ada di album yang menurutku belum pernah aku lihat. Betapa terkejutnya aku  ketika melihat foto-foto mesra Indra dengan mantan terakhirnya yang sempat ia ceritakan padaku, yang selama ini membuat hidupnya hancur sebelum ia mengenalku. Jujur, hati ini sakit melihat foto itu, aku kesal, aku marah, aku kecewa dan aku mulai tak bisa menhana butiran air dari mataku, tangis pun perlahan mulai terdengar, sekuat tenaga aku mencoba menenangkan diri,  dan bodohnya aku, kenapa aku harus melihat semua foto-foto mesra mereka itu. Aku memilih diam, aku sama sekali tak berniat memberi tahu padanya, aku hanya membalas sms darinya sesingkat mungkin, Indra mulai merasakan perubahan pada diriku, aku hanya mengatakan padanya ‘Aku gak papa’ dan dia tetap tak percaya, pada akhirnya karena tak tahan melihat sifatku yang cuek padanya, dia menelponku ketika aku pulang sekolah.

“Hey.. kamu kenapa sih?” ujarnya di telpon, aku diam sesaat, aku berusaha menarik napas, menahan tangisku yang hampir pecah saat ini. “Hm.. aku kan udah bilang, aku gak kenapa-kenapa” jawabku singkat, lagi-lagi foto itu terbayang jelas di otakku, aku tak dapat melakukan apapun, terlalu sakit rasanya setiap kali aku teringat foto mereka berdua, dan terlalu sulit menghapus kenangan Indra dengan mantannya itu. “Bohong! Aku tau kamu nyembunyiin sesuatu dari aku, jujur sama aku, jangan kayak gini dong, please”

Setelah beberapa saat berpikir, aku memutuskan untuk jujur. Aku juga tak sanggup terus-terusan menahan sakit ini sendirian,

“Aku cuma sedang berusaha meredam rasa sakit ini” jawabku, dia terdiam, kemudian aku melanjutkan.

 “Aku tau kok aku emang gak pantes marah dalam hal ini, tapi maaf sekali lagi, aku cemburu! Kenapa? Karena aku bodoh, aku gak sengaja lihat foto-foto mesra kamu dengan mantan kamu di album facebook kamu” Akhirnya isakan-isakan kecil terdengar dari mulutku, “Hah??? Astaga.. foto itu?” ujar Indra terbata-bata, “Aku sakit.. demi apapun aku gak bisa tahan keegoisan hati ini, maaf. Sebelumnya apa salah aku marah? Apa salah aku kecewa? Aku tahu itu emang masa lalu kamu, tapi kenapa aku harus lihat itu? Kenapa aku harus liat foto-foto itu secara langsung? Dan itu nyata! Ini terlalu sulit sayang, ini suliiittt buat aku.. a..a..aku selalu teringat foto-foto itu, setiap saat hati ini terasa perih, aku gak sanggup.. hikss…” jelasku yang mulai menangis, aku keluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatiku padanya, “Ya Allah, maaf yang, maafin aku. sumpah aku gak tau kalau foto itu masih tersimpan di fb aku, aku lupa. Demi Allah bukan maksud aku buat nyakitin perasaan kamu atau bermaksud nyimpan foto-foto itu, please percaya dong. Itu masa lalu aku, bahkan aku udah lupa itu semua.”

“I don’t care, aku gak perduli kamu ingat atau enggak tentang foto-foto itu,  yang aku permasalahin kenapa harus sampai terlihat olehku? Kamu pikir gampang apa?”

“Aku mohon jangan nangis lagi, aku gak mau dengar kamu kayak gini, maafin aku, lupain ya please” pintanya, “Kamu pikir gampang ngelupain itu? Hey, kenapa sihhh??? Kenapa harus kayak gini? Dan kamu pikir dengan kata maaf, semua bisa hilang dari pikiran aku?” ujarku emosi ditengah tangis yang benar-benar sudah pecah, kemudian aku melanjutkan “Ya mungkin ada positif nya aku ngeliat foto itu, aku bisa lebih sadar diri kali yak,”

“Kamu ngomong apa sih? sadar diri apa?” “Ya biar aku sadar kalau aku gak akan mungkin, dan gak akan pernah mungkin gantiin posisi dia dihati kamu, apalagi ditambah jarak kita yang jauh, tetep aja aku selalu kurang dimata kamu dibanding dia yang dekat”

“Enggak! Aku gak pernah berpikir kayak gitu sayang. Walaupun kamu jauh banget, bukan berarti kamu gak lebih baik dari dia! Aku mencintai kamu dengan jarak yang begitu jauh, percaya sama aku, kamu lebih baik dari dia yang,” jelas Indra tegas, penjelasan Indra memang membuatku sedikit tenang, tapi bagaimanapun, foto-foto itu tetap teringat jelas diotakku dan selalu menimbulkan rasa sakit yang teramat dalam dihati ini. Aku memutuskan menyudahi pembicaraan kami, aku sangat lelah hari ini.

Aku tetap cuek padanya sampai hari ini, walaupun hari ini adalah hari 2 bulanan aku dan Indra, aku sebenarnya tak ingin seperti ini dengannya, tetapi aku tak bisa bohong tentang rasa sakit ini, apa memang aku yang terlalu egois? Entahlah, yang jelas dan pasti, yang aku tahu, karena teramat dalam mencintainya, rasa sakit ini juga semakin sakit.

Ketika aku pulang sekolah, aku mengecek hp ku, tak ada juga kabar dari Indra, aku kesal, padahal hari ini adalah hari penting bagi hubungan kami, tetapi mengapa tak ada kabar sama sekali darinya hari ini? aku bingung, apa mungkin dia sudah mulai bosan dengan sikapku padanya akhir-akhir ini? hmm, entahlah..

Saat aku sampai dirumah, hp ku bergetar

Massage From : My Rain Boy :*

Sayang, aku sekarang di Bandara Kuala Namu, kamu bisa kesini sebentar aja temuin aku sekarang? Karena aku gak tahu alamat rumah kamu, aku tunggu ya J

Mata ku terbuka lebar membaca pesan Indra, aku membaca sms nya berulang-ulang, lalu senyumku mulai mengembang, aku cepat-cepat mandi dan pakaian, kemudian langsung pergi menjumpai pacarku yang tengah menunggu di airport.

Aku mulai deg-deg’an ketika sampai di bandara Kuala Namu, tanganku dingin, aku mencari sosok Indra, seseorang yang belum pernah aku jumpai sebelumnya, tetapi aku ingat persis wajahnya di foto,  tetapi aku tak berhasil menemuinya. Aku duduk dibnguku dekat ruang kedatangan dalam negeri, karena lelah mencari. Tiba-tiba seorang cowok duduk disebelahku, sejenak aku memandang wajahnya, cowok tinggi, dengan menggunakan jaket putih itu terasa tak asing bagiku, aku tersenyum dan menaikkan alisku, “Lagi nunggu pacarnya ya mbak?” tanya cowok itu, aku mengangguk dan tetap memandang wajah manisnya,  cowok yang kutahu bernama Indra itu membalas senyumku, kemudian dia mencium keningku dan memelukku erat,

“Akhirnya aku bisa ketemu dan meluk kamu dengan jarak yang sedekat ini sayang. Happy 2montsarry beb,  I love you” Aku mulai menangis haru, aku letakkkan daguku dipundaknya, tak menyangka bisa memeluknya sedekat ini, ya Tuhan..  jaketnya mulai basah karena air mataku yang tak bisa berhenti mengalir. “Maafin aku ya sayang, aku cinta sama kamu, percaya sama aku.” ujar Indra menghelus rambutku, aku hanya bisa mengangguk tanda aku memaafkannya. Bersama Indra disini saja sudah lebih dari cukup buatku, akhirnya apa yang aku inginkan selama ini dengannya terwujud, hubungan ini bukan sekedar khayalan,  ini nyata! Buktinya aku dapat memeluknya sekarang, aku bisa mencium wangi tubuhnya sekarang, aku dapat menggenggam tangannya langsung!!!

Kami bertemu hanya dua jam, karena sorenya Indra langsung kembali ke Jakarta karena tak memiliki keluarga di Medan. Dia kesini hanya ingin bertemu denganku walau hanya sebentar, dia janji kami pasti akan bertemu kembali. Bagiku tak masalah, walau hanya dua jam, banyak hal yang kami lewatkan. Rindu ini sudah terbayar, kami membiarkan rindu-rindu lain berkembang agar suatu saat kami bisa bertemu dan melepas rindu kembali. Dia juga meyakinkanku, walau kami harus menjalin hubungan dengan jarak yang jauh,  tapi dia janji hanya aku yang akan mengisi hatinya, aku berusaha yakin padanya, aku percaya pada cinta ini, cinta yang kami titipkan pada jarak.

 Sekarang kami masih bisa bertahan pada hubungan jarak jauh ini walau masih sering terjadi pertengkaran-pertengkaran yang datang silih berganti, kami anggap itu sebagai cobaan dalam hubungan kami, hubungan yang hampir berjalan empat bulan ini, dan berharap bisa terus bertahan hingga kami bisa bersama selamanya.

Dan satu hal, Indra tidak pernah menyebut namaku sampai detik ini, aku juga sudah terbiasa dengan caranya memanggilku dengan sebutan Rain Girl, ya Tuhan… aku selalu menunggu janjinya, saat dimana dia menyebut nama ku, nanti ketika kami akan menjalin bahtera cinta J

#Based on True Story (Rain Boy and Rain Girl- 24-07-2013)

End


Posted via Blogaway

Aku Takut!! Salahkah?

Sayang..
Ntah bagaimana perasaan ini sedikit merasa perubahan.
Kamu bukanlah kamu yg dulu.
Aku tak merasa cinta lagi,
Sebenarnya sekarang ini yg sedang kita jalani apa?
Akankan masih ada cinta untukku?
Apakah masih ada?
Kalau tidak mengapa?
Dan kalau masih, seberapa besar?
Aku memang tak tahu,
Tapi hati tau sayang.
Hati merasakan, apakah ini hanya perasaan apa memang begitu adanya?
Aku takut, jika suatu saat.
Saat dimana hanya ada kamu dan hanya kamu.
Saat dmana hati dan pikiranku memilihmu.
Saat itu juga kamu memutuskan untuk mengakhiri.
Apakah ketakutanku berlebihan?
Andai aku dapat mengetahui segalanya...
Semakin lama aku semakin yakin.
Dan semakin lama juga aku semakin takut.
Afraid to lost you as my lovely person.
Ada kalanya aku lelah.
Aku lelah dengan semuanya.
Ini semua membuatku takut,egois.
Akankah bersama denganmu hal yg benar? Atau malah sebaliknya?
Terkadang aku mengakhiri bukan karena bosan.
Tapi karena takut akan mencintaimu lebih jauh lagi.
Aku tahu, kamu tahu, orang tahu, dan hati ini pun tahu.
Aku mencintaimu...
Aku hanya ingin bisa denganmu
Tanpa dusta lagi.
Tanpa penghianatan lagi
Tanpa ragu lagi.
Hubungan ini sudah masuk tahap pendewasaan dan kita sama-sama tahu akan itu.
Lalu? Bagaimana denganmu? Denganmu yg selalu membuatku takut untuk mencintaimu lebih jauh lagi?
Aku takutt..
Aku takut ketakutan ku menjadi benar.
Rasa takut yang teramat dalam, akan rasa cinta dan kesetianmu untukku :'(
Maaf... aku butuh bukti.
Bukan luka.
Just it

To : Indra Rusyandi!!!

Posted via Blogaway


Posted via Blogaway

Khayalan bersama Denganmu

Dulu jika aku tak pernah mencoba, lalu bagaimana dengan hari ini?
Dulu jika aku tak pernah berani, lalu apakah sekarang aku seberani ini?
Kadang, aku berpikir semua yg kulakukan adalah pilihanku, tapi apakah pilihan itu yang terbaik untukku?
Jika hari ini aku seperti ini.
Lalu apa yang akan kuhadapi besok?
Andai aku bisa menerka apa nasibku esok hari, mungkin sedikit mudah bagiku menentukan pilihan.
Tuhan semoga pilihanku kemarin dan hari ini adalah yang terbaik untuk ku besok dan selamanya.
Krna hari ini, saat ini aku sedang menghayalkan indahnya bersama dengannya selamanya.
Jika ini takdirku, takdir untuk bersama dengannya selamanya. Atas nama cinta, aku bersumpah aku akan menyayangi dan mencintainya hingga tak ada kata berhenti.
Karna aku tau, hati ini pun tau, aku memilihmu :')

24 ♥


Posted via Blogaway

Hujan melambangkan Cintaku

Sore ini hujan lagi.
Aku menatap tiap rintikan hujan, banyaknya tak terhitung.
Begitulah besar rasa cintaku untukmu.
Apa kabar kamu lelaki hujanku?
Adakah sedetik saja kau memikirkanku disana?
Ah, kenapa aku harus berharap akan hal itu?
Dingin ini terus menyelimuti tubuhku.
Merasuk ke dalam jiwaku.
Melihat hujan adalah bagaimana aku melihatmu.
Merasakan setiap dinginnya hujan adalah bagaimana aku merasakanmu.
Terlahir sebagai seorang wanita yg mencintai hujan.
Dan terlahir mencintamu adalah takdirku.
Tahu kah kamu? Aku melihat tiap tetes air yg jatuh dari langit, begitulah caraku melihat besarnya cintaku padamu.
Andai ada kesempatan untukku menari bersama hujan, aku akan katakan pada merrka aku memikikimu, memiliki bagian dari mereka.
Dulu kau pernah bertanya 'apakah aku melihat hujan yang sama denganmu?'
Walau aku tak mengerti arti kalimat itu, tapi kini aku menyadari aku melihat hujan yg sama denganmu.
Sekarang harusnya aku yg bertanya 'apakah kau melihat hujan yg sama denganku?'
Apakah kau menghitung banyaknya tetesan hujan yg jatuh? Jika kau menghitungnya, percayalah sebanyak itu cintaku untukmu :')
Aku disini berharap kau masih mempunyai perasaan yg sama denganku. Walau hanya sedikit, aku harap masih ada.. untukku.. :'(


Posted via Blogaway

Demi Tuhan Aku tak Sanggup :(

Disini aku menyadari aku sangat lemah.
Aku sendiri, tak ada yang tau.
Senyum ku pun palsu, hanya untuk menutupi kesedihan yg sudah teramat sangat dalam tanpamu.
Sesalku menjadi wanita paling bodoh.
Tuhannnn jika waktu bisa ku putar, aku takkan mengulang hal yang sama.
Kemungkinan besar aku akan kehilangannya karena kbodohanku.
Adakah cara lain agar aku bisa bertahan di situasi ini?
Dilain sisi seakan seisi dunia tak tahu apa yg kurasakan saat ini.
Aku sendiri Tuhan, aku tak punya seseorang selain mu :'(
Aku butuh dia juga, tapi mungkin itu akan menjadi mimpi.
Karena aku sadar saat dia butuh aku, aku selalu tak ada.
Padahal, aku selalu berusaha untuk menjadi yg terbaik.
Bertahan disetiap sikap dan tingkahnya.
Atas nama cinta aku lemah, aku takut.. takut akan lupa bagaimana cara untuk bernapas.
Takut lupa, bagaimana cara untuk menguatkan diriku sendiri
Tuhann. Aku gak mau hancur lagi.
Aku gak mau merasakan sakit itu lagi.. aku gak sanggup.
Demi Tuhan aku gak sanggup :(


Posted via Blogaway

My Slide Show Photo

My Slide Show Photo by Slidely Slideshow

- Copyright © 2013 Trivani Desyara - Trivani Desyara - Powered by Blogger - Designed by Rain Boy -