Posted by : indra rusyandi May 30, 2014

Tadinya aku pikir, aku berhasil mengenalmu
Rasa sakit yg kukenalkan dulu padamu kupikir membuat mu mengerti untuk tak menyakitiku lagi.
Berulang x aku berusaha tegar, menahan setiap hal yg ku dapat.
Mungkin, aku terlalu bodoh, menginginkan hal yg terlalu sempurna, terlalu bodoh karena ku pikir dia tak mungkin melakukannya lagi.
Ini tak adil, terlalu cepat menghilangkan semua hal yg kuberi untukmu.
Apa arti maaf jika hati tak bisa menerima?
Apa arti cinta jika hati sudah menolak untuk mencinta
Aku sudah berusaha mencoba mengenalmu kembali, tetapi sakit yg teramat dalam kurasa ini menolak semua usahaku untuk memulainya lagi.
Kau terlalu menghancurkannya sayang, bukan retak, tapi sudah hancur berantakan dan tak bisa disatukan lagi.
Kau memintaku tetap bersamamu sedangkan dengan mudahnya kau meminta org lain menggantikanku sbg orang yg kau bilang sangat kau cintai.
Kau menusuk lebih dari sekali, kau menyakiti berulang x dan membuatku benar2 muak.
Ntah sampai kapan hatiku bisa benar2 pulih.
Semua ini bagai hujan petir, menyeramkan, menakutkan dan mematikan... mematikan jiwaku yg sudah terlanjur cinta padamu.
Kudapati hatiku tergeletak, lemah tak berdaya.
Aku sudah mencoba membangunkannya, tapi tak kunjung berhasil.
Lelahku hadapi semua kenyataan pahit ini.
Penantian yg tak kunjung berujung.
Harapan yg sia2.
Semua layaknya sampah dimatamu.
Kau terlalu menyepelekan semua hal.yg kukatan dan kulakukan.
Padahal semua itu bukti cinta dan penantianku.
Kau menggores luka dibagian luka yg belum sembuh.
Kau tusuk pisau dilubang yg pernah kau tusuk dulu.
Sakit? Sangat...
Kecewa? Sangat
Marah? Tidak... aku tak pernah marah padamu.
Hak mu melakukan hal ini.
Tapi aku mohon jgn larang hak ku untuk pergi dan memintamu pergi.
Tak mudah bagiku melepasmu tapi aku pikir memang sudah sepantasnya aku melakukan ini dari dulu.
Aku membiarkan butir demi butir air mata ini menghiasi pipiku, sampai saatnya nanti dia lelah untuk mengelurkan air...
Aku biarkan jiwa dan hatiku menahan sakit, aku biarkan mereka melemahkan tubuhku...
Karena aku yakin, apapun usahaku untuk membuat diri ini kuat tak akan mengubah apapun.
Maaf karena terlalu mengharap lebih. Maaf karena tak bisa menjadi sepintar yg kau harapkan. Karena aku sendiri menyadari betapa bodohnya diriku selama ini, bodoh karena terlalu percaya dan berharap.

By : Trivani **

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

My Slide Show Photo

My Slide Show Photo by Slidely Slideshow

- Copyright © 2013 Trivani Desyara - Trivani Desyara - Powered by Blogger - Designed by Rain Boy -