Posted by : indra rusyandi May 08, 2014

Malam ini bintang tak tampak.
Bulan juga menghilang.
Langit seakan sendiri tanpa cahaya.
Gelap, redup, sendu.
Apakah langit tak merasa sepi saat tak ada cahaya yang menemaninya?
Kenapa aku tak pernah mendengarnya mengeluh?
Bahkan dia sanggup mempertahankan malam.
Tak lama aku mendengar hujan turun.
Apakah sekarang langit sedang menangis?
Karena kesepian tak ada teman?
Jadi dia mengeluarkan air mata sebanyak rintikan hujan?
Ya.. aku sudah terlalu berpikir jauh.
Tak jauh dengan langit, aku pun begitu, aku redup, sepi, rasanya air mata yg menumpuk ini akan keluar sebanyak yg dia suka.
Tapi aku tetap mempertahankan segalanya.
Aku berusaha untuk tegar padahal aku yakin aku tak sekuat yg terlihat.
Mungkin air mata ku tak sebanyak dan tak sederas hujan malam ini.
Aku juga tak sehebat langit yg mampu mempertahankan malam tanpa ditemani siapapun.
Tapi aku hanya mencoba untuk tetap bertahan walau tak ada lagi seorang pun disisiku.
TUHAN.... makasih hujannya malam ini :')
Dengan hujan aku tak merasa sendiri lagi, air mata yg jatuh ini pun tak sendiri, dia sudah menyatu dengan hujan.
Apakah aku bisa menyatu dengan langit di atas sana? :')
Hope O:)


Posted via Blogaway

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

My Slide Show Photo

My Slide Show Photo by Slidely Slideshow

- Copyright © 2013 Trivani Desyara - Trivani Desyara - Powered by Blogger - Designed by Rain Boy -